Latest News

Showing posts with label raja ampat. Show all posts
Showing posts with label raja ampat. Show all posts

Tuesday, December 1, 2015

Bank Mandiri Segera Hadir di Kota Waisai

Ini merupakan kabar gembira buat warga kabupaten Raja Ampat dan kota Waisai Pada khususnya,, kini layanan Bank mandiri segera ada di Kota Waisai, Bank berpelat merah yang dulu pernah mengaku sebagai bank terbesar di Indonesia ini, kini mulai menmpakan wajahnya dalam kota Waisai.

Kota Waisai yang selama ini hanya di layani oleh Bank Papua dan Bank BRI ini kini mulai ada pesaing baru lagi,, Bank Mandiri sebelumnya tahun 2014 lalu, bertepatan dengan digelarnya acara Sail Raja Ampat yang berskala nasional itu sudah menempatkan 1 mesin ATM nya di depan Gedung Hotel Raja Ampat, Namun layananan ATM itu tidak berfungsi full sebagaimana mesin ATM semestinya, kadang gangguan sama sekali, dan kadang cuma bisa transaksi non Tunai alias tidak bisa tarik tunai dari ATM nya.



Kini, di jalan Poros 30 Kota Waisai, atau jalan yang bernama lengkap jalan Jend. Ahmad Yani sudah terlihat papan nama Bank Mandiri, bank ini mengontrak salah satu ruko di depan jalan 30 yang di ruko itu juga berjejer mulai dari Toko Maros indah, Butik dan toko bangunan lainnya. sampai saaat ini admin juga belum mendapatkan info kapan mulai di buka layanan bank ini.
Jalan Jend A YAni depan Bank Mandiri Waisai

Semoga degan kehadiran layanan Bank Mandiri di Kota Waisai ini,  makin melengapi layanan Waisai sebagai kota tujuan wisatawan untuk berwisata mengelilingi Raja Ampat.


Thursday, March 26, 2015

Arti kalimat " Mbilin Kayam", Motto kabupaten Raja Ampat

Istilah Kalimat Mbilin Kayam adalah dua kata yang tertera di Logo/Lambang Daerah Kabupaten Raja Ampat, dan merupakan motto dari kabupaten itu sendiri, adapun arti dari kata Mbilin Kayam itu sebagaimana dikutip dari  inforajaampat.com adalah "Membangun Bersama" .

Kata Mbilin dan Kayam sendiri berasal dari dua bahasa berbeda, yaitu kata Mbilin yang berasal dari Bahasa Maya yang berarti Membangun, sedangkan Kayam sendiri berasal dari Bahasa Biak yang berarti Bersama.
Berikut kutipan langsung arti keseluruhan dari Logo ?lambang daerah Kabupaten Raja Ampat.

Arti lambang / Logo
1. Wadah lambang bersudut lima berarti pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
2. Wadah lambang berbentuk perisai yang menyerupai jantung manusia melambangkan perkembangan yang selalui mengikuti zaman,              sekaligus menentukan Kabupaten Raja Ampat ke depan, apakah harus maju atau mundur ataukah hanya tinggal ditempat.
3. Dasar wadah lambang berwarna biru dan kuning melambangkan sifat-sifat keagungan, kebesaran dan keindahan serta kemuliaan yang terpancar dalam menunaikan tugas dan pengabdian.
4. Bintang melambangkan kepercayaan setiap umat beragama kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus merupakan ungkapan kasih sayang sang Pencipta kepada umat manusia terutama yang berdomisili di seluruh Kabupaten Raja Ampat.
5. Roda melambangkan jumlah suku yang berada di Kabupaten Raja Ampat yang terdiri dari 2 Suku besar yaitu : Suku Maya dan Suku Biak yang masih-masing terdiri dari 8 rumpun suku.
6. Mata Rantai adalah sebagai alat pemersatu yang mengingatkan kita pada tanggal 26 April saat penobatan pejabat Bupati oleh sesepuh Raja Ampat dengan menyerahkan sebuah parang dan salawako (tameng), serta memberi gelar Mambri Padarni yang dalam bahasa biak artinya Kesatria Tiang Layar, yang menopang layar dan mengantar perahu Kabupaten Raja Ampat menuju Kota Emas, dengan lingkaran yang merupakan Persatuan dan Kesatuan yang tidak bercela atau tidak terpisah antara satu dengan yang lain serta Pemerintah yang utuh.
7. Mahkota raja melambangkan Kabupaten Raja Ampat terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil dan 4 (Empat) pulau besar yang terletak di daerah Kepala Burung hingga ke Samudera Pasifik sejak dahulu kala diperintah oleh 4)Empat) orang Raja.
8. Bagian-bagian Mahkota Raja terdiri dari;
a. 4(empat) motif yang menyerupai Manusia dengan menjunjung tinggi Adat Istiadat dalam memyelesaikan persoalan serta senantiasa mengadakan silahturahmi antara warga masyarakat dan sesama.
b. 4(empat) buah mutiara yang melambangkan 4(empat) orang Raja, sekaligus 4(empat) Pulau Besar yaitu : Misool, Batanta, Salawati dan Waigeo.
9. Perahu berbentuk rumah merupakan alat transportasi yang menghubungkan antar pulau di Kabupaten Raja Ampat dari dahulu sampai saat ini.
10. Air laut merupakan potensi yang menyimpan begitu banyak kekayaan laut yang terbesar di dunia.
11. Untaian Padi berjumlah 17 (tujuh belas) berpasangan dengan rangkaian kapas berjumlah 8 (delapan), masing-masing berkelopak 4 (empat) helai berhkota 5(lima) helai mencermikan semangat serta jiwa Proklamasi 17 agustus 1945.
12. Batu bata merupakan dasar atas pengakuan Pemerintah Pusat serta Pelantikan Pejabat Bupati Kabupaten Raja Ampat pada tanggal 12 April 2003 di Jayapura.
13. Didalam Pita terdapat tulisan "MBILIN KAYAM" yang berarti "MEMBANGUN BERSAMA" yang diambil dari 2 bahasa sebagai semboyan, yaitu;
a. Mbilin dalam bahasa Maya yang artinya Membangun
b. Kayam dalam bahasa Biak yang artinya Bersama.

Wednesday, March 25, 2015

Menelusuri Sungai Mencari Batu Akik Raja Ampat

Fenomena batu akik yang kini terjadi di Seluruh Indonesia, bukan hanya masyarakat kota, masyarakat pelosok juga juga ikut mengikuti trend pencaarian batu itu, tidak terkecuali di Raja Ampat,  setiap pertemuan antara sahabat yang berbeda tempat karena tugas, yang dulunya mungkin berbagai macam cerita yag di bicarakan, kini semua sudah berubah...Batu Akik,, ya,,, batu Akik,,
Batu Akik Raja Ampat ( Sumber : bukalapak.com)

Batu Akik Raja Ampat ( Sumber : bukalapak.com)

Goa di Kampung Lopintol_ Terdapat Banyak Batu Kaca

Jalan Antara Kantor Kampung Lopintol dan Warsambin

Bandara Marinda_Raja Ampat

Selama di Kota Waisai, saya sudah 3 kali ikut sahabat-sahabat mencari batu ini, batu yang di cari entah kemana,,, tapi yang sebenarnya di benk saya hanya ikut rame saja, ikut menghabiskan waktu di Hutan... dan yang terjadi adalah, hampir semua tempat di Raja Ampat yang di tenggarai tersedia batu itu, sudah pernah di jelajahi orang sebelumnya... sebut saja di Sungai belakang bandara Marinda, Sungai di Kampung Warsambin, dan Sungai di Belakan Polres Raja Ampat.